Dakwah Buat Remaja

Dakwah Kepada Remaja Supaya semakin mudah dalam menjalani hidup dan menuju ke jalan Islam... Semoga bermanfaat[]

10 Keutamaan ilmu dibanding harta

1. Ilmu adalah pusaka para nabi sedangkan harta adalah pusaka Qarun, Sada, Fir’aun
2. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan harta malah engkau yang menjaganya
3. Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak
4. Harta bila dibelanjakan akan berkurang, sedangkan pemilik ilmu justru bertambah
5. Pemilik harta dipanggil dengan sifat bakhil dan cercaan, sedangkan pemilik ilmu dipanggil dengan nama keagungan dan kemuliaan
6. Harta perlu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak perlu kemuliaan
7. Pemilik harta kelak diakhirat akan dihisab, sedangkan ilmu akan diberi syafa’at
8. Harta akan berkarat karena lama disimpan, sedangkan ilmu tidak akan berkarat dan tidak rusak karena umur
9. Harta bisa mengeraskan hati, tetapi ilmu bisa menerangi hati
10. Pemilik harta bisa mengaku-ngaku sebagai Tuhan lantaran hartanya, sedangkan pemilik ilmu mengaku sebagai hamba

Cara menghindari Remaja berpacaran

Cinta kepada lawan jenis merupakan hal yang bersifat naluriah pada manusia. Allah SWT menyatakan dalam firman-Nya:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada wanita, anak-anak harta yang melimpah dari jenis emas dan perak, kuda yang bagus, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah sebaik-baiknya tempat kembali (QS Ali Imran [3]: 14).

Allah SWT menjelaskan tentang maksud dari penciptaan naluri ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari satu diri serta menciptakan darinya istri-istri dan memperkembangbiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak (QS an-Nisa’ [4]: 1).

Makna yang serupa juga kita temui di dalam QS al-A’raf: 189, an-Nahl: 72, ar-Rum: 21, dll. Ayat-ayat tersebut mengisyaratkan bahwa penciptaan laki-laki dan perempuan adalah dalam rangka melanjutkan keturunan. Karena itu, ungkapan cinta dengan segala ekspresinya tentu hanya dibolehkan di dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah. Di luar itu tidak diperkenankan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk saling berhubungan dalam masalah pribadi hingga menjurus pada kedekatan fisik. Rasulullah saw. bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِاِمْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ

Hendaknya seorang pria tidak berduaan dengan seorang wanita, kecuali bersamanya seorang mahram (HR Muslim).

Selain itu, rasa cinta kepada lawan jenis merupakan salah satu dari penampakan naluri mempertahankan keturunan, di samping penampakan lainnya seperti rasa sayang terhadap anak, orangtua dan saudara. Naluri akan muncul jika ada rangsangan dari luar. Apabila telah muncul dan tidak terpenuhi, tidak sampai berakibat pada kematian. Bahkan kemunculan naluri ini bisa dihindari dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merangsangnya, baik dalam bentuk sesuatu yang bersifat mesum atau hayalan-hayalan mesum.

Naluri ini pun bisa dialihkan pada kegiatan yang menuntut konsentrasi dan olahraga atau dialihkan pada penyaluran naluri lainnya, seperti naluri beragama. Rasulullah saw. bersabda, “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang mampu untuk menikah, menikahlah, karena menikah itu dapat menundukkan mata dan menjaga kehormatan. Siapa saja yang belum mampu, hendaklah dia berpuasa, sebab puasa dapat menjadi perisai baginya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Satu-satunya penyaluran yang dibolehkan adalah melalui jalan pernikahan yang sah, sebab dengan menikah berarti seseorang telah dapat menyalurkan naluri jenisnya dengan cara yang halal dan terselamatkan dalam separuh agamanya. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang telah diberi Allah rezeki berupa istri yang salihah, ia sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Karena itu, hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR ath-Tabrani dan al-Hakim).


Mengendalikan Naluri Seksual

Di tengah arus kehidupan yang makin liberal, tidak bisa dihindari adanya rangsangan terhadap naluri seksual yang sedemikian subur. Tayangan mesum kita jumpai dimana-mana. VCD/DVD porno laris manis terjual di jalanan, mal dan tempat-tempat umum lainnya. Banyak perempuan biasa berpakaian seronok mengumbar aurat di depan umum, dll.

Saat ini, para pemuda harus menghadapi kenyataan bahwa energi yang semestinya mereka fokuskan untuk berkarya dan berprestasi terpaksa harus teralihkan untuk menahan gejolak syahwat yang berpeluang muncul setiap saat. Kecanggihan teknologi memberi fasilitas untuk berkomunikasi dengan siapapun, termasuk dalam mengungkapkan rasa dan gejolak ini kepada lawan jenisnya. Tak jarang komunikasi lewat HP atau dunia maya berlanjut pula pada pertemuan hingga mengarah pada kedekatan fisik dan penyaluran kebutuhan seksual. Inilah yang sering diartikan oleh sebagian masyarakat dengan istilah “pacaran”.

Berikut langkah dan tips yang bisa dilakukan agar bisa dicegah dari upaya berpacaran.

Pertama: Perkuat akidah dengan mengajak berpikir tentang kehidupan, tujuan Allah SWT menciptakan manusia, informasi tentang karakteristik manusia, cara pemenuhan potensi hidup manusia menurut Islam serta akibat pemenuhan yang tidak sesuai dengan aturan Allah SWT; batasan pergaulan di dalam Islam seperti keharusan untuk menundukkan pandangan, menjaga aurat, tidak ber-khalwat, dll. Hal ini dilakukan dalam rangka membentuk standarisasi Islam dan membina pemikiran anak dalam menyikapi kemunculan naluri seksual.

Kedua: Buatlah suasana rumah dalam nuansa ibadah yang kuat dan saling beramar makruf nahi mungkar antaranggota keluarga. Biasakan melakukan qiyamul lail, tadarus al-Quran dan shaum sunnah bersama guna memperkuat hubungan dengan Allah SWT hingga muncul pengawasan diri yang selalu melekat.

Ketiga: berfikir tentang masa depan dan cita-cita; juga membuat langkah serta target-target untuk mencapai cita-cita tersebut. Cara ini dimaksudkan agar mampu mendeteksi hal-hal yang dapat mendukung atau bahkan menghambat cita-citan, termasuk dapat memposisikan kemunculan naluri seksual berkaitan dengan cita-cita tersebut.

Ketiga: Terlibat dalam aktivitas diskusi yang mengasah kemampuan berpikir, merangsang kepekaan terhadap lingkungan dan belajar memecahkan persoalan masyarakat menurut Islam, khususnya yang dihadapi oleh remaja. Latihan ini akan membantu saat menghadapi masalah yang sama.

Keempat: Tumbuhkan jiwa kepemimpinan dengan aktif berorganisasi; beri motivasi untuk selalu berprestasi, berkarya dan maju. Juga dapat dilakukan dengan memberi contoh apa yang dihasilkan oleh para sahabat Rasul, ulama dan ilmuwan Muslim dalam usia muda. Hal ini agar mempunyai figur yang selalu menjadi panutannya.

Kelima: kasih sayang dan perhatian dari orangtua dan saudara sebagai bentuk lain dari penyaluran naluri seksual sehingga dapat meminimalkan kemunculan naluri terhadap lawan jenis pada usia yang lebih cepat.


Berhati-hati dalam perbuatan

Imam Abu Hanifah pernah memberi nasihat kepada anak kecil: “Hati-hatilah, agar kamu tidak jatuh ke lumpur.” Anak kecil itupun membalas nasihat Imam besar itu dengan nasihat: “Hati-hatilah Anda, agar Anda juga tidak terjatuh, karena kalau orang alim yang jatuh bisa membuat dunia pun jatuh.” Setelah itu, beliau pun tidak berani mengeluarkan fatwa, kecuali setelah mempelajarinya selama sebulan penuh dengan murid-muridnya

(Ibn ‘Abidin, Muqaddimah Hasyiyah Ibn ‘Abidin)

Jangan Meremehkan Sesuatu yang kecil

Pada suatu hari, seekor singa sedang tidur. kemudian, seekor tikus melewati kepala singa. singa pun terbangun dan marah. dengan cepat, singa berhasil mengejar tikus dan menangkapnya.
Tikus memohon kepada singa agar tidak dibunuh. ia menangis dan meminta belas kasihan singa. singa pun merasa kasihan pada tikus. ia pun melepaskan tikus begitu saja.
Di lain waktu, singa terjerat oleh perangkap yang dipasang oleh pemburu. ia meraung dengan keras. kebetulan, tikus lewat di daerah tersebut. ia mendengar raungan singa dan bermaksud menolongnya. tikus segera menggigit tali perangkap. gigi-gigi tikus yang tajam telas memutuskan tali perangkap. akhirnya, singa bebas dari perangkap.
singa berterima kasih pada tikus. ia tidak mengira binatang seperti tikus bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukannya. tikus berkata,"Setiap makhluk diciptakan Allah dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. untuk itu, jangan meremehkan makhluk lain."

Kezuhudan Nabi Muhammad SAW

Ibnu Majah telah menuturkan riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhu dengan isnad yangg shahih : Aku diberitahu Umar bin al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu seraya berkata : Aku pernah masuk ke rumah Rasulullah SAW. Saat itu baginda tengah berada di atas tikar sederhana. Aku pun duduk, ternyata diatasnya dilapisi dengan sarung baginda, dan tidak ada alas yang lain, selain tikar itu. Tikar itu pun membekas dibagian lambung baginda. Ketika aku membawa gandum kira-kira satu sha’ (2,176 kg), dan di salah satu sudut kamar baginda terdapat lemari, ternyata hanya ada kulit bergantung. Maka, kedua mataku pun tak kuasa menahan air mata.

Nabi pun bertanya, “Apa yang membuatmu menangis, wahai Ibn al-Khatthab?”
Umar mnejawab, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis , tikar ini telah membekas di lambung Tuan. Dan, lemari Tuan ini, aku tidak melihat apa pun di sini, kecuali apa yang bisa aku lihat. sementara Kisra dan Kaisar bergelimang dg buah-buahan dan sungai yang luas, padahal Tuan adalah Nabi Allah dan hamba pilihan-NYA, dan isi lemari Tuan hanya seperti ini.

Nabi pun bersabda, "wahai Ibn al-Khatthab, apakah engkau tidak rela , jika kita mendapatkan akhirat, sementara mereka hanya mendapatkan dunia?". Baginda juga menyatakan, "mereka itu kebaikannya disegerakan, dan semuanya itu dengan mudah hilang. sementara kita adalah kaum, yang kebaikan kita ini telah diakhirkan di akhirat kita." Demikianlah sebagaimana yg dituturkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak'ala as-Shahihain.

Suatu ketika, seorang wanita Anshar masuk kerumahku, kata 'Aisyah, lalu dia melihat tempat tidur Rasulullah SAW yaitu kain beludru yangg terlipat. Wanita itu pun mengirimkan kepadaku tempat tidur yang terbuat dari kain wol. Tiba-tiba Rasulullah masuk ke rumah, dan bertanya, "ini apa wahai 'Aisyah?" Aku pun menjawab, "wahai Rasulullah, Fulanah dari kaum Anshar telah masuk kerumah setelah dia melihat tempat tidur tuan, maka dia pun pergi, lalu mengirimiku ini." Nabi SAW bersabda, "wahai 'Aisyah, kembalikan...demi Allah, kalau aku mau, Allah akan memberikan kepadaku gunung emas dan perak."demikian dituturkan oleh al-Baihaqi, dalam as-Sunan al-Kubra-nya.

Bahkan suatu ketika malaikat Jibril pun datang menghampiri Baginda, seraya menawarkan kepada baginda untuk menjadikan tanah Makkah menjadi emas bagi baginda SAW. Nabi nan agung itu pun menolaknya, seraya mengatakan kepada Jibril, "cukuplah bagiku makanan sehari, dan lapar sehari," begitulah sikap manusia agung itu.

maka Baginda pun memohon kepada Allah, "Ya Allah hidupkanlah hamba-MU ini sebagai orang miskin; Wafatkanlah hamba-MU ini sebagai orang miskin; bangkitkanlah hamba-MU ini kelak juga bersama-sama orang miskin."
Subhanallah, begitulah kezuhudan Nabi SAW. Meski baginda SAW bisa saja mendapatkan kenikmatan dunia dan seisinya, tetapi baginda SAW tidak memilih hal itu...

Lalu bagaimana dengan diri-diri kita yangg hidup di zaman ini...?????
Sudahkah kita mampu menundukkan hawa nafsu kerakusan kita untuk bergelimang dengan harta di dunia yang hanya kita lalui sesaat ini....????
Mari kita tengok para penguasa-penguasa kita,,,, Sudahkah mereka meneladani kezuhudan Rasulullah, atau malah sebaliknya kerakusan untuk bergelimang harta menjadi prioritas utama....?????

Mari kita merenung sejenak untuk mengintropeksi diri yang berlumur dengan sejuta kerakusan duniawi....
Semoga Sepintas Sirah Rosulullah tersebut mampu mengetuk pintu fikiran, hati dan jiwa kita untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunia ini... AMIIIN

Obat Kelelahan dari Nabi Muhammad SAW

Setiap hari, Fatimah memasak makanan untuk anak-anaknya dan suaminya, Ali bin Abi Thalib. tugas yang begitu banyak sering membuatnya lelah.
Suatu ketika, ia mengeluh pada suaminya tentang rasa sakit pada tangannya karena menggiling gandum. suaminya menyarankan Fatimah agar menemui bapaknya, Nabi Muhammad. Ali berkata, "temuilah bapakmu . mintalah bantuan kepadanya untuk memberikan seorang pembantu. dengan demikian, tugasmu akan menjadi lebih ringan."
Fatimah pun melaksakan saran suaminya. Ia datang pada Nabi Muhammad. namun, Nabi Muhammad tidak mampu mengabulkan permintaan putrinya yang amat ia sayangi.
Setelah beberapa waktu, Nabi Muhammad menemui Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Nabi Muhammad memberi nasihat pada keduanya. "saat terbaring di tempat tidur, bacalah tasbih sebanyak 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali. bacaan itu lebih baik daripada seorang pembantu."
Sejak saat itu, Fatimah dan Ali melaksanakan saran Nabi Muhammad.
Demikianlah Rasulullah mengajarkan cara menghilangkan keletihan dan kesulitan hidup. alangkah baiknya, sebelum tidur kita membaca tasbih, tahmid dan takbir.

Sejarah Hari Valentine

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulu kala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion,yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia,sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah. Hari Raya Gereja Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:

* seorang pastur di Roma

* seorang uskup Interamna (modern Terni)

* seorang martir di provinsi Romawi Africa.

ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.


Valentinius

Guru ilmu gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep ... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan" ..."

Era Abad Pertengahan

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”) Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”) Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasanagan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

* Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.