Dakwah Buat Remaja

Dakwah Kepada Remaja Supaya semakin mudah dalam menjalani hidup dan menuju ke jalan Islam... Semoga bermanfaat[]

Siap mati besok?

Seperti baru-baru ini, tersiar kabar kiamat akan teradi tahun 2012. apa benar?

Hanya Dugaan Aja Kok

Gonjang-ganjing doomsday tahun 2012 itu konon kabarnya berasal dari ramalan suku Maya. Suku yang tinggal di teluk antara Guatemala dan Meksiko pada tahun 700 SM ini dikenal ahli dalam urusan itung-itungan waktu dan penanggalan. Didalam penanggalannya itu mereka ngeramal bakal terjadi berbagai musibah seperti kelaparan, banjir besar, perubahan iklim hingga berakhirnya bumi yang jatuh pada tanggal 21 Desember 2012. Waduh!

Ramalan ini dikuatkan oleh buku-buku yang ditulis para astrolog Cina. Mereka bilang, keturunan Dinasti Chang—yang menguasai Cina sejak tahun 1766 SM—akan berlangsung selama 3778 M (yang bertepatan dengan tahun 2012 M). Nggak ketinggalan, di Perancis juga terdapat ramalan yang dibuat oleh seorang astrolog yang bernama Nostradamus. Doi bilang, planet-planet di angkasa akan berantakan pada akhir tahun 2000 yang akan mengakibatkan hancurnya kehidupan setelah 12 tahun.

Terlepas dari berbagai ramalan datangnya kiamat, para ilmuwan punya penjelasan ilmiah tentang doomsday tahun 2012. Menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Nah lho, ngeri juga ya?

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi. Akibatnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia.

Bukan kali ini aja ramalan datangnya hari kiamat bikin heboh masyarakat. Dulu, ada sekte hari kiamat pimpinan Pdt Mangapin Sibuea yang meyakini kiamat akan terjadi antara pukul 09.00 WIB hingga paling telat akan terjadi pukul 15.00 WIB pada hari Senin 10 November 2003. Ada juga sekte Heaven’s Gate (Gerbang Surga) di AS pimpinan Marshal Applewhite yang meyakini datangnya kiamat pada akhir Maret 1997. Anggotanya diminta bunuh diri bareng biar bisa selamat dari kiamat dan dibawa ke Surga oleh pimpinannya. Ternyata kiamat yang diperkirakan tidak terjadi. Yang ada, 37 orang anggota sekte Heavens Gate mati konyol mengikuti angan kosong belaka!

Pren, sejenius-jeniusnya manusia, tetep aja punya keterbatasan. Apalagi kalo berurusan dengan alam ghaib yang diluar jangkauan indera manusia, pastinya mereka cuman bisa menerka dan menduga-duga. Kalo kita percaya ama ramalan datangnya hari kiamat, sama aja kita meragukan kebesaran Allah swt yang ditegaskan dalam firman-Nya:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". (QS. Al-A’raf [7]: 187)

Cinta Dunia Takut Mati

Kiamat pasti datang. Dan hanya Allah yang tahu pasti, kapan waktunya. Sehebat apapun tukang ramal, ahli nujum, atau pakar mitologi, mereka cuman bisa menebak waktu datangnya kiamat. Namanya tebakan, kalo tepat ya kebeneran. Kalo salah, ya kebangetan (hehehe..). Sama seperti halnya ‘kiamat kecil’ alias kematian manusia. Nggak ada yang tahu kapan malaikat Ijroil bakal ngecengin kita. Kalo udah waktunya, ajal bisa datengin siapa aja, kapan aja dan dimana aja. Nggak ngeliat usia, status sosial, status pendidikan, atau kesiapan kita. Emangnya mau ujian sekolah pake siap-siap segala? Yang bener aja!

Lucunya, kita suka paranoid kalo udah ngomongin soal kematian. Orang planet Pajajaran bilang, pamali. Khawatir kejadian. Nggak percaya, coba tanya ama temen kita. “Kalo lo dapet giliran besok mati. Kira-kira apa yang bakal lo kerjain sekarang?”. Bukannya jawab, boleh jadi temen kita malah sewot. “Lo nyumpahin gw ya. Mending lo aja duluan. Gw belakangan”. Ini gejala normal pren. Karena remaja sering ngerasa kalo jatah hidupnya masih panjang. Belon waktunya nyinggung soal kematian.

Dan kayanya, bukan kematian deh yang sebenernya kita takuti. Tapi kecintaan terhadap kehidupan dunia yang bikin kita nggak rela kalo harus tutup usia. Persis kaya orang-orang Barat yang hidup dengan prinsip escapisme. Mereka lari dari kenyataan tentang kematian lalu tenggelam dalam kesenangan dunia yang dipuja-puja. Karena mereka pikir, hidup cuma sekali. Mesti bener-bener dinikmati sebelum mati.

Padahal mah ‘B (biasa)’ aja lagi. Sejak lahir kita kan udah ditakdirkan jadi camat alias calon mayat. Jadi, terima aja dengan ikhlas dan lapang dada kalo kita pasti mati. Nggak perlu dihindari sampe lari kesana-sini. Capek tau. Karena tak ada tempat untuk sembunyi dari ajal yang pasti menghampiri. Apalagi kita sebagai remaja muslim yang cakep dan mulia (pengennya…), nyadar kalo hidup nggak cuman di dunia. Dan kematian bukan akhir dari segalanya. Kehidupan akhirat tempat kita mempertanggungjawabkan setiap amalan dunia udah menanti. Allah swt berfirman:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. Al-Jumu’ah [62]: 8)

Pren, Islam nggak melarang kita cinta dunia. Selama nggak bikin kita lalai dan terlena akan kewajiban dari Allah swt. Tapi jauh lebih baik kalo kita cinta dunia sewajarnya. Nggak banget-banget-banget. Bukan apa-apa, dunia kan tempat singgah sementara. Jadi someday pasti bakal kita tinggalkan. Tentu akan lebih mudah bagi kita menghadapi ajal kalo kita nggak ada ikatan emosional dengan dunia. Karena kebahagiaan abadi di akhirat, jauh lebih berharga dibanding dunia dan segala isinya. Betul? Pastinya!
Jadi Remaja Cerdas Yuk!

Bukan perkara penting kita untuk nyari tahu kapan kita mati atau waktu kedatangan kiamat. Biarlah itu tetap jadi misteri Ilahi. Yang terpenting buat kita adalah apa yang udah kita siapin untuk ngadepin hari perhitungan di akhirat entar. Pastinya kita pengen banget lolos dari pengadilan al-Khalik terus dapet tiket VIP untuk masuk syurga. Impian itu bukan mustahil kalo kita bisa menjadi remaja cerdas.

Ibnu Umar meriwayatkan: “Kami bersepuluh datang kepada Nabi saw, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya ‘Wahai Nabi Allah swt, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah saw menjawab ‘Mereka yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan membawa kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat” (HR. Ibnu Majah)

Remaja cerdas akan terbiasa untuk berpikir baik-buruknya dalam kacamata Islam sebelum berbuat. Nggak asal ngikut. Dia belajar untuk menjadikan dunia sebagai ladang pahala. Bukan ladang cari kesenangan yang melenakan. Dia berlatih untuk menundukkan hawa nafsu dibawah kendali aturan hidup Islam. Dia bukan remaja bermental bedug yang baru bersuara setelah dipukul. Tapi akan berusaha untuk ngasih nilai lebih dalam hidup dengan berdakwah dan menyampaikan kebenaran Islam untuk kebaikan dirinya dan umat. Remaja cerdas bukan turunan Fir’aun yang bertaubat ketika ajal telah mendekat. Karena dia tahu, hidupnya bisa berakhir kapan aja.

Rasul saw bersabda: “Jika kalian bangun di pagi hari, janganlah mengharap akan (hidup) sampai sore; dan jika berada di waktu sore jangan berharap akan (hidup) sampai besok pagi. Pergunakan masa sehatmu untuk (mempersiapkan) masa sakit, dan masa hidup untuk (menyiapkan bekal) kematian, seakan-akan kalian tidak tahu nama kalian besok pagi.” (HR.Bukhari)

Pren, kita pasti bisa jadi remaja cerdas. Asalkan mau mengenal Islam lebih dalam yang bisa bikin kita jadi lebih pede untuk jalanin hidup di dunia juga kehidupan kedua di akherat. Dan kita pun lebih siap untuk menghadapi hari kiamat atau ajal kapan aja. Karena itu semua, just a matter of time. Remaja cerdas: sukses di dunia, bahagia di akhirat!

10 Keutamaan ilmu dibanding harta

1. Ilmu adalah pusaka para nabi sedangkan harta adalah pusaka Qarun, Sada, Fir’aun
2. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan harta malah engkau yang menjaganya
3. Pemilik harta musuhnya banyak, sedangkan pemilik ilmu temannya banyak
4. Harta bila dibelanjakan akan berkurang, sedangkan pemilik ilmu justru bertambah
5. Pemilik harta dipanggil dengan sifat bakhil dan cercaan, sedangkan pemilik ilmu dipanggil dengan nama keagungan dan kemuliaan
6. Harta perlu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak perlu kemuliaan
7. Pemilik harta kelak diakhirat akan dihisab, sedangkan ilmu akan diberi syafa’at
8. Harta akan berkarat karena lama disimpan, sedangkan ilmu tidak akan berkarat dan tidak rusak karena umur
9. Harta bisa mengeraskan hati, tetapi ilmu bisa menerangi hati
10. Pemilik harta bisa mengaku-ngaku sebagai Tuhan lantaran hartanya, sedangkan pemilik ilmu mengaku sebagai hamba

Cara menghindari Remaja berpacaran

Cinta kepada lawan jenis merupakan hal yang bersifat naluriah pada manusia. Allah SWT menyatakan dalam firman-Nya:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada wanita, anak-anak harta yang melimpah dari jenis emas dan perak, kuda yang bagus, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah sebaik-baiknya tempat kembali (QS Ali Imran [3]: 14).

Allah SWT menjelaskan tentang maksud dari penciptaan naluri ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari satu diri serta menciptakan darinya istri-istri dan memperkembangbiakkan dari keduanya lelaki dan perempuan yang banyak (QS an-Nisa’ [4]: 1).

Makna yang serupa juga kita temui di dalam QS al-A’raf: 189, an-Nahl: 72, ar-Rum: 21, dll. Ayat-ayat tersebut mengisyaratkan bahwa penciptaan laki-laki dan perempuan adalah dalam rangka melanjutkan keturunan. Karena itu, ungkapan cinta dengan segala ekspresinya tentu hanya dibolehkan di dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah. Di luar itu tidak diperkenankan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk saling berhubungan dalam masalah pribadi hingga menjurus pada kedekatan fisik. Rasulullah saw. bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِاِمْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ

Hendaknya seorang pria tidak berduaan dengan seorang wanita, kecuali bersamanya seorang mahram (HR Muslim).

Selain itu, rasa cinta kepada lawan jenis merupakan salah satu dari penampakan naluri mempertahankan keturunan, di samping penampakan lainnya seperti rasa sayang terhadap anak, orangtua dan saudara. Naluri akan muncul jika ada rangsangan dari luar. Apabila telah muncul dan tidak terpenuhi, tidak sampai berakibat pada kematian. Bahkan kemunculan naluri ini bisa dihindari dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merangsangnya, baik dalam bentuk sesuatu yang bersifat mesum atau hayalan-hayalan mesum.

Naluri ini pun bisa dialihkan pada kegiatan yang menuntut konsentrasi dan olahraga atau dialihkan pada penyaluran naluri lainnya, seperti naluri beragama. Rasulullah saw. bersabda, “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang mampu untuk menikah, menikahlah, karena menikah itu dapat menundukkan mata dan menjaga kehormatan. Siapa saja yang belum mampu, hendaklah dia berpuasa, sebab puasa dapat menjadi perisai baginya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Satu-satunya penyaluran yang dibolehkan adalah melalui jalan pernikahan yang sah, sebab dengan menikah berarti seseorang telah dapat menyalurkan naluri jenisnya dengan cara yang halal dan terselamatkan dalam separuh agamanya. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang telah diberi Allah rezeki berupa istri yang salihah, ia sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Karena itu, hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR ath-Tabrani dan al-Hakim).


Mengendalikan Naluri Seksual

Di tengah arus kehidupan yang makin liberal, tidak bisa dihindari adanya rangsangan terhadap naluri seksual yang sedemikian subur. Tayangan mesum kita jumpai dimana-mana. VCD/DVD porno laris manis terjual di jalanan, mal dan tempat-tempat umum lainnya. Banyak perempuan biasa berpakaian seronok mengumbar aurat di depan umum, dll.

Saat ini, para pemuda harus menghadapi kenyataan bahwa energi yang semestinya mereka fokuskan untuk berkarya dan berprestasi terpaksa harus teralihkan untuk menahan gejolak syahwat yang berpeluang muncul setiap saat. Kecanggihan teknologi memberi fasilitas untuk berkomunikasi dengan siapapun, termasuk dalam mengungkapkan rasa dan gejolak ini kepada lawan jenisnya. Tak jarang komunikasi lewat HP atau dunia maya berlanjut pula pada pertemuan hingga mengarah pada kedekatan fisik dan penyaluran kebutuhan seksual. Inilah yang sering diartikan oleh sebagian masyarakat dengan istilah “pacaran”.

Berikut langkah dan tips yang bisa dilakukan agar bisa dicegah dari upaya berpacaran.

Pertama: Perkuat akidah dengan mengajak berpikir tentang kehidupan, tujuan Allah SWT menciptakan manusia, informasi tentang karakteristik manusia, cara pemenuhan potensi hidup manusia menurut Islam serta akibat pemenuhan yang tidak sesuai dengan aturan Allah SWT; batasan pergaulan di dalam Islam seperti keharusan untuk menundukkan pandangan, menjaga aurat, tidak ber-khalwat, dll. Hal ini dilakukan dalam rangka membentuk standarisasi Islam dan membina pemikiran anak dalam menyikapi kemunculan naluri seksual.

Kedua: Buatlah suasana rumah dalam nuansa ibadah yang kuat dan saling beramar makruf nahi mungkar antaranggota keluarga. Biasakan melakukan qiyamul lail, tadarus al-Quran dan shaum sunnah bersama guna memperkuat hubungan dengan Allah SWT hingga muncul pengawasan diri yang selalu melekat.

Ketiga: berfikir tentang masa depan dan cita-cita; juga membuat langkah serta target-target untuk mencapai cita-cita tersebut. Cara ini dimaksudkan agar mampu mendeteksi hal-hal yang dapat mendukung atau bahkan menghambat cita-citan, termasuk dapat memposisikan kemunculan naluri seksual berkaitan dengan cita-cita tersebut.

Ketiga: Terlibat dalam aktivitas diskusi yang mengasah kemampuan berpikir, merangsang kepekaan terhadap lingkungan dan belajar memecahkan persoalan masyarakat menurut Islam, khususnya yang dihadapi oleh remaja. Latihan ini akan membantu saat menghadapi masalah yang sama.

Keempat: Tumbuhkan jiwa kepemimpinan dengan aktif berorganisasi; beri motivasi untuk selalu berprestasi, berkarya dan maju. Juga dapat dilakukan dengan memberi contoh apa yang dihasilkan oleh para sahabat Rasul, ulama dan ilmuwan Muslim dalam usia muda. Hal ini agar mempunyai figur yang selalu menjadi panutannya.

Kelima: kasih sayang dan perhatian dari orangtua dan saudara sebagai bentuk lain dari penyaluran naluri seksual sehingga dapat meminimalkan kemunculan naluri terhadap lawan jenis pada usia yang lebih cepat.


Berhati-hati dalam perbuatan

Imam Abu Hanifah pernah memberi nasihat kepada anak kecil: “Hati-hatilah, agar kamu tidak jatuh ke lumpur.” Anak kecil itupun membalas nasihat Imam besar itu dengan nasihat: “Hati-hatilah Anda, agar Anda juga tidak terjatuh, karena kalau orang alim yang jatuh bisa membuat dunia pun jatuh.” Setelah itu, beliau pun tidak berani mengeluarkan fatwa, kecuali setelah mempelajarinya selama sebulan penuh dengan murid-muridnya

(Ibn ‘Abidin, Muqaddimah Hasyiyah Ibn ‘Abidin)

Jangan Meremehkan Sesuatu yang kecil

Pada suatu hari, seekor singa sedang tidur. kemudian, seekor tikus melewati kepala singa. singa pun terbangun dan marah. dengan cepat, singa berhasil mengejar tikus dan menangkapnya.
Tikus memohon kepada singa agar tidak dibunuh. ia menangis dan meminta belas kasihan singa. singa pun merasa kasihan pada tikus. ia pun melepaskan tikus begitu saja.
Di lain waktu, singa terjerat oleh perangkap yang dipasang oleh pemburu. ia meraung dengan keras. kebetulan, tikus lewat di daerah tersebut. ia mendengar raungan singa dan bermaksud menolongnya. tikus segera menggigit tali perangkap. gigi-gigi tikus yang tajam telas memutuskan tali perangkap. akhirnya, singa bebas dari perangkap.
singa berterima kasih pada tikus. ia tidak mengira binatang seperti tikus bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukannya. tikus berkata,"Setiap makhluk diciptakan Allah dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. untuk itu, jangan meremehkan makhluk lain."

Kezuhudan Nabi Muhammad SAW

Ibnu Majah telah menuturkan riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhu dengan isnad yangg shahih : Aku diberitahu Umar bin al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu seraya berkata : Aku pernah masuk ke rumah Rasulullah SAW. Saat itu baginda tengah berada di atas tikar sederhana. Aku pun duduk, ternyata diatasnya dilapisi dengan sarung baginda, dan tidak ada alas yang lain, selain tikar itu. Tikar itu pun membekas dibagian lambung baginda. Ketika aku membawa gandum kira-kira satu sha’ (2,176 kg), dan di salah satu sudut kamar baginda terdapat lemari, ternyata hanya ada kulit bergantung. Maka, kedua mataku pun tak kuasa menahan air mata.

Nabi pun bertanya, “Apa yang membuatmu menangis, wahai Ibn al-Khatthab?”
Umar mnejawab, “Wahai Nabi Allah, bagaimana aku tidak menangis , tikar ini telah membekas di lambung Tuan. Dan, lemari Tuan ini, aku tidak melihat apa pun di sini, kecuali apa yang bisa aku lihat. sementara Kisra dan Kaisar bergelimang dg buah-buahan dan sungai yang luas, padahal Tuan adalah Nabi Allah dan hamba pilihan-NYA, dan isi lemari Tuan hanya seperti ini.

Nabi pun bersabda, "wahai Ibn al-Khatthab, apakah engkau tidak rela , jika kita mendapatkan akhirat, sementara mereka hanya mendapatkan dunia?". Baginda juga menyatakan, "mereka itu kebaikannya disegerakan, dan semuanya itu dengan mudah hilang. sementara kita adalah kaum, yang kebaikan kita ini telah diakhirkan di akhirat kita." Demikianlah sebagaimana yg dituturkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak'ala as-Shahihain.

Suatu ketika, seorang wanita Anshar masuk kerumahku, kata 'Aisyah, lalu dia melihat tempat tidur Rasulullah SAW yaitu kain beludru yangg terlipat. Wanita itu pun mengirimkan kepadaku tempat tidur yang terbuat dari kain wol. Tiba-tiba Rasulullah masuk ke rumah, dan bertanya, "ini apa wahai 'Aisyah?" Aku pun menjawab, "wahai Rasulullah, Fulanah dari kaum Anshar telah masuk kerumah setelah dia melihat tempat tidur tuan, maka dia pun pergi, lalu mengirimiku ini." Nabi SAW bersabda, "wahai 'Aisyah, kembalikan...demi Allah, kalau aku mau, Allah akan memberikan kepadaku gunung emas dan perak."demikian dituturkan oleh al-Baihaqi, dalam as-Sunan al-Kubra-nya.

Bahkan suatu ketika malaikat Jibril pun datang menghampiri Baginda, seraya menawarkan kepada baginda untuk menjadikan tanah Makkah menjadi emas bagi baginda SAW. Nabi nan agung itu pun menolaknya, seraya mengatakan kepada Jibril, "cukuplah bagiku makanan sehari, dan lapar sehari," begitulah sikap manusia agung itu.

maka Baginda pun memohon kepada Allah, "Ya Allah hidupkanlah hamba-MU ini sebagai orang miskin; Wafatkanlah hamba-MU ini sebagai orang miskin; bangkitkanlah hamba-MU ini kelak juga bersama-sama orang miskin."
Subhanallah, begitulah kezuhudan Nabi SAW. Meski baginda SAW bisa saja mendapatkan kenikmatan dunia dan seisinya, tetapi baginda SAW tidak memilih hal itu...

Lalu bagaimana dengan diri-diri kita yangg hidup di zaman ini...?????
Sudahkah kita mampu menundukkan hawa nafsu kerakusan kita untuk bergelimang dengan harta di dunia yang hanya kita lalui sesaat ini....????
Mari kita tengok para penguasa-penguasa kita,,,, Sudahkah mereka meneladani kezuhudan Rasulullah, atau malah sebaliknya kerakusan untuk bergelimang harta menjadi prioritas utama....?????

Mari kita merenung sejenak untuk mengintropeksi diri yang berlumur dengan sejuta kerakusan duniawi....
Semoga Sepintas Sirah Rosulullah tersebut mampu mengetuk pintu fikiran, hati dan jiwa kita untuk senantiasa berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunia ini... AMIIIN

Obat Kelelahan dari Nabi Muhammad SAW

Setiap hari, Fatimah memasak makanan untuk anak-anaknya dan suaminya, Ali bin Abi Thalib. tugas yang begitu banyak sering membuatnya lelah.
Suatu ketika, ia mengeluh pada suaminya tentang rasa sakit pada tangannya karena menggiling gandum. suaminya menyarankan Fatimah agar menemui bapaknya, Nabi Muhammad. Ali berkata, "temuilah bapakmu . mintalah bantuan kepadanya untuk memberikan seorang pembantu. dengan demikian, tugasmu akan menjadi lebih ringan."
Fatimah pun melaksakan saran suaminya. Ia datang pada Nabi Muhammad. namun, Nabi Muhammad tidak mampu mengabulkan permintaan putrinya yang amat ia sayangi.
Setelah beberapa waktu, Nabi Muhammad menemui Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Nabi Muhammad memberi nasihat pada keduanya. "saat terbaring di tempat tidur, bacalah tasbih sebanyak 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali. bacaan itu lebih baik daripada seorang pembantu."
Sejak saat itu, Fatimah dan Ali melaksanakan saran Nabi Muhammad.
Demikianlah Rasulullah mengajarkan cara menghilangkan keletihan dan kesulitan hidup. alangkah baiknya, sebelum tidur kita membaca tasbih, tahmid dan takbir.